RSS
 

Mencari dan Menanti

30 Aug

ada yang perlu dicari
ada yang perlu dinanti
mencari perlukan keazaman
menanti perlukan kesabaran
kekuatan jangan dinanti ada
tapi cari selagi terdaya

ada yang mencari mati
dan ada yang menanti-nanti

 
No Comments

Posted in zulyunus

 

Keluasan Yang Sempit

24 Aug

Sempit dan sesak dada
pada bandar besar dan gah
saling ragu sesama sendiri
terasing dalam agama yang satu
tersisih dalam bangsa yang sama
menipu untuk hidup
hidup untuk menipu
nilai tenggelam dalam lautan budaya
yang hancur dirobek hedonisme

masing-masing punya obsesi
masing-masing punya mimpi
masing-masing dengan hal sendiri
aku terpaku berdiri
pada bandar yang luas
dengan dada yang sempit

Terminal Puduraya,
12.45 am, 4 April 2009

 
No Comments

Posted in zulyunus

 

Sabarlah Hai Jiwa

08 Aug

Sabarlah hai jiwa,
andai hasratmu tak terlaksana,
kerana engkau hanya merasakan,
tetapi Allah yang memberi keputusan.

Sabarlah hai jiwa,
tatkala duniamu terasa sempit,
tatkala kau rasa terhimpit,
kerana di sini bukan akhirmu.

Sabarlah hai jiwa,
ketika kau menaruh harapan,
tetapi tak kesampaian,
kerana Allah takkan biarkan kau sendirian.

Tak perlu kau soal,
kenapa Allah tak berikan?
kenapa Allah tak tunaikan?
kenapa derita masih menghimpit?
Apakah kau lebih tahu daripada Dia?

Hai jiwa,
tugasmu adalah melakukan ketaatan,
tugasmu adalah redha dengan ketentuan,
kerana Dia yang menciptakanmu,
takkan sekali-kali mengabaikanmu.

Biarkan mereka berbicara,
biarkan mereka berkata-kata,
kerana pengakhiranmu,
bukan mereka yang tentukan.

Tak mungkin bisa kau hitung nikmatmu,
berbanding deritamu.

Oleh itu,
sabarlah hai jiwa…

 
No Comments

Posted in zulyunus

 

Sunyi Ini

04 Aug

Sungguh,
Hati ini sunyi,
Bingit di pasar,
Teriakan riuh saudagar,
Namun,
Sunyi ini terus mekar.

Sungguh,
Hati ini sunyi,
Pelangi indah melakar,
Pohonan rimbun menjalar,
Namun,
Sunyi ini terus membesar.

Sungguh,
Hati ini sangat sunyi,
Lukaku masih tercalar,
Walau teman minta bersabar,
Namun,
Jiwaku terus menggusar.

Sungguh,
Hati ini semakin sunyi,
Walau bumi sangat mencabar,
Walau gempa datang menggegar,
Namun,
Benakku masih terasa hambar.

Ya Tuhan,
Sampaikanku khabar,
Agar hati yang balar,
Bisa menjadi segar.
Agar jiwa yang berputar,
Bisa kembali mendebar,
Agar iman yang terbakar,
Tidak akan lagi gentar.

Ya Tuhan,
Aku tahu Kau Yang Maha Benar!
Dan aku tahu Kau Yang Maha Besar!
Agar sunyi ini akan terus pudar.

-Ibnu Kamaruddin-

 

Bila Disingkap Hikmah Rezeki

30 Jun

Betapa banyak kita mengadu
Akan kurangnya derajat kita-
Di sisi tuhan dan manusia,
Sering kali
dan
berulang kali.

Boleh jadi kita menghitung rezeki
Pada karunia ilahi
Lalu kita termuliakan;

Bila ditahan rezeki itu pula,
Kita merasa terhinakan,
-tidak layak untuk hidup.

“Kitalah penentu rezeki kita-
Yang mana selayaknya dapat,
Yang mana tidak”.
Besar angan-angan kita,
Sungguh besar pula lagak gaya.
Angkuhnya kita.

Boleh jadi satunya yang kita idamkan itu-
Sangat buruk nilai adanya
Bisa juga jadi satunya yang kita bencikan-
Yang selayaknya untuk kita tadah,
Terus ternafikan.

Selalu yang kita benci
Terjadi dan ‘tertimpa’pastinya
Menguji langkah, kata
Dan kita terus melaung-laung
tanda berontak.
Ini bukan ketentuan kta.

Ternyata,
Bila tersingkap tabir hikmah,
Pasti tertunduk pasrah,
Rezeki karunia Allah,
Bila dihikmahkan-kita pasti kalah.

Hadi Mahdi Muhtadi
23 Januari 2010
Kuala Lumpur

 

Majlis Tertinggi

28 Jun

Dipanggil nakhoda segala pelosok
Diseru panglima di tembok-tembok
Dimasyhurkan walikota segenap penjuru
Dipukul canang setiap inci negeri taklukan
Dihantar wakil menyampai seruan
Duduk Majlis Tertinggi membuat keputusan

Di arak-arak atas panji kayangan
Berduyun-duyun hulubalang bersusunan
Berdiri rapar-rapat
Dan berdepan-depan
Turunnya Raja sekalian jajahan
‘mencemar duli’ membuka persidangan

Pelbagai ragam dalam rakaman
Termaktub tercatit dalam ingatan
Caca-marba, malu seluruh keturunan.

Tergedik-gedik, Tersipu-sipu
Terlentok-lentok, Ternguap-nguap
Terkebil-kebil, Terkumat-kamit
Terkumam-kumam, Terkulat-kulat

Mesyuarat lima minit
Dengan iya sebulat suara.

Persidangan usai dan bersurai.
Tunggu masa di panggil lagi.

Hadi Mahdi Muhtadi,
Taman Melati

 

Mengejar Bahagia

13 May

Hati resah dan gundah
rasa kosong dan tak terarah
kebahagiaan tinggal mimpi
sampai kini tak dikecapi

Lalu insan mencari harta
buat penenang jiwa
mengumpulkannya, mengira-ngira
takut kehilangannya
takut ia tiada
kerana padanya
harta membawa bahagia
tapi dadanya selalu sesak
mengapa?

Terus kembara mencari cinta
pada teruna atau dara
penghilang resah di jiwa
cuba meraih bahagia
di sebalik sebuah hubungan tanpa ikatan
namun dia selalu takut kehilangan
risau ditinggalkan
rasa resah kadang menerjah
di mana bahagia?

Lalu seribu satu jalan ditempuh insan
demi menggapai bahagia
tak juga dia jumpa
tak juga dia rasa puas
bahagia semakin sayup meninggalkannya

andailah insan itu tahu
bahawa bahagia itu ada dalam dirinya
tentu dia akan mencari dirinya
dan mengenal tuhannya

zulyunus
13 Mei 2010

 
No Comments

Posted in zulyunus

 

Tagih Cinta-Mu

02 Apr

Semakin aku menjauh dari-Mu
Semakin hati merasa kosong
Jauh daripada kedamaian
Walaupun ku ada semuanya
Namun terasa tiada apa-apa
Hati seolah terpenjara
Tak mampu merasa bahagia

Aku benci apa yang kurasakan
Aku ingin mendekati-Mu
Namun hati merasa malu
Setelah hakmu kuabaikan
Setelah anugerahmu kudustakan
Setelah hariku berlalu penuh dosa
Lalu kupergi jauh, lebih jauh
Tak bisa kureguk cinta-Mu

Namun hati semakin kosong
Semakin merindu sesuatu
Semakin jauh kupergi dari-Mu
Semakin parah gelora jiwaku
Tak bisa kukecap tenang
Sekalipun di hujung dunia
Kerana aku tak bisa lari dari-Mu

Aku bertekad bulat
Mendekati-Mu seikhlas hati
Biar apa terjadi di pertengahan
Aku tak akan berpatah jalan
Aku benci kehidupan tanpa-Mu
Sesalanku tak henti memburu
Menyekat rasa tenang jiwaku

Aku gagahkan kaki berdiri
Di balik tirai malam-Mu
Mengharap kasih dan cinta
Mengadu pedih dan derita jiwa
Tak tertanggung lagi olehku
Tak mampu lagi kulari dari-Mu
Aku memang memerlukan-Mu
Aku tak bisa hidup tanpa-Mu

Ketika itu, derai air mata kuseka
Aku begitu terharu tak terkata
Dengan cinta-Mu kurasa bahagia
Andai kutahu begini nikmatnya
Takkan kulari dari-Mu
Pasti kutagih cinta-Mu
Sejak dulu…

2 April 2010

 
1 Comment

Posted in zulyunus

 

…LUPAKANLAH…

27 Mar

Lupakanlah

sejenak waktu ‘hatimu’ terbuat salah

maafkanlah…

 

Berdepan keaadaan tiada dapat dielakkan

‘hatimu’ sama sekali tidak ia berlaku begitu

bernyala api maraknya tidak bersumbu

 

Maafkanlah…

segala perkara salahnya ‘hatimu’ itu

lupakanlah…lupakanlah..lupakanlah…

 
 

Meniti Takdir

13 Mar

Hidup ini
tak berakhir dengan mati
ajal hanya perpindahan
daripada mimpi indah
menuju alam abadi

Dunia ini
sebuah persinggahan
titian dalam perjalanan
bukan pengakhiran
bukan destinasi Read the rest of this entry »

 
No Comments

Posted in zulyunus