~deep thinker~ | ~motivasi remaja~ | -->back to zulyunus homepage
Subscribe to Arena Puisi - Laman Penyubur Nurani
Nov
16

Ar-Rahman

kiriman zulyunus
(zulyunus)

Allah memaparkan keagungan-Nya pada alam
kelihatan jelas pada setiap penciptaan
pada bulan yang mengambang
pada bintang yang berkilauan
pada matahari yang bersinat terang
pada langit yang mendung dan cerah
dan pada samudera yang terbentang
juga pada daun-daun yang berguguran
apakah sekadar itu?

tidak…ada lagi yang belum terungkapkan
pada binatang yang melata dan berterbangan
pada angin yang tenang dan kencang
pada tumbuhan yang subur dan layu
lagi pada api yang bersemarak
dan pada air yang berkocak-kocak
di sungai dan di laut.

Lalu Allah menggambarkan kehebatan-Nya dalam kalam
Al-Quran yang penuh hikmah dan rahmah
mengungkap seribu satu keajaiban
menceritakan kisah-kisah yang penuh teladan
membawa panduan yang tepat dan padat
mencorak permikiran insan
memberikan gambaran kehidupan
memimpin manusia membina cara hidup bertuhan.

Bagaimanakah kita menggambarkan diri kita?
Mampukah kita menggambarkan diri kita
sebagaimana Allah menggambarkan diri-Nya?
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Nov
14

Harga Kemenangan

kiriman zulyunus
(zulyunus)

Saban hari kita memburu kemenangan
Meniti sebuah jalan perjuangan
Bercerita soal takwa dan iman
Membina segala macam kekuatan
Mencipta segala bentuk kehebatan

Kemenangan sesuatu yang dicari bukan dinanti
Ia mendatangi setelah ia didatangi
Jika ada yang menang akan ada yang kalah
Ia tidak abadi dalam dunia yang bakal musnah
Kerana ia kekal dalam alam yang menanti
Bagi mereka yang mencari.

Jika kita yang miliki kemenangan
Untuk apa ditakuti kegagalan?
Untuk apa dirisaukan kekalahan?
Bahkan kita mengharap akan turunnya bantuan
berupa sebuah kemenangan
Bererti ia milik Pemilik alam maya
Ia milik Yang Memiliki Kekuasaan.

Harganya luar biasa
Kerana nilainya tak terbanding.
Usaha kita hari ini belum tentu
Menjamin kemenangan hari esok
Kerana ia milik-Nya.

Nov
14

I
di depanku terbentang luaslautan yang menjadi saksi
pertemuan dua benua
dua peradaban kemanusiaan
Anginnya dingin,lembut menyapa pipiku
halus membelai rambutku
pantas mendakap menyambut kehadiranku
biru airnya tenang
penuh makna tersembunyi
dan di sebalik kejernihan
dan ketenangan itu
cerita di sebalik cerita…
merakam peristiwa manusia

Dalam kilauan panorama malam nan indah

yang mengasyikkan
kerdipan bintang dan sinaran lampu
menyimbahi daratan dan lautan dan malam itu
seolah memainkan lagu cinta
dalamnya kasih pada Baginda
pada membenarkan suci kalimahnya
menerbitakan rasa syukur dari dalam jiwa
hadir menyaksikan bukti
risalahmu, kurnia ilahi
II
Kota pelbagai budaya
penuh warna warni bangsa-bangsa
yang berhimpun atas berbeza nama
asyik dalam khayalan yang direka-reka
Di sini dan di sinilah
di atas tanah yang harumnya aku sedut mekar
ke sanubari jiwaku
yang menyaksikan
kentalnya jiwa sang perwira
tekad dan perkasa
pada mencari jiwa raga
yang diulang
sebut sabda Baginda
(Lataftahannal Qastantiniyyah, fala ni’mal amir amiruha, wala ni’mal jaisy zalikal jaisy)
Apa lagi yang ahrus menjadi bukti
dalamnya kasih pada Rabb
selain membenarkan kalimah Al-Habib Al-Mustafa
Mehmet Al-Fatih Sultan
kau telah menghadap Pemilikmu dengan gelar itu…
III
Di sebalik hiruk pikuk kota halal haram
yang bercampur hitam-putihnhya
yang putih terpalitkan hitam
yang hitam mencari-cari sinar cahaya
dan masih adakah harapan akan cahaya yang dicari itu
bagi yang menagih dan mendamba
Antara masa silam dan dan masa mendatang
antara suka dan pada gemilang kota harapan ini
dan duka pada sisa tinggalan kota ini
yang didepanku
melahirkan sebuah kekecewaan
bakal berkuburnya gemilang Mehmet Al-Fatih Sultan
di tangan bangsanya
yang melupakan sejarah silam sendiri
Kiranya kau berada ditempat
kupasti kau mengerti
lantas kau mengira dan menghitung
berapa lama lagi Al-FAtih At-Thani
akan hadir mengembalikan Constantinople itu…
Hadi Mahdi Muhtadi
Nov
11

Sejak aku melihat dunia,
Sehingga ke saat aku mencoretkan rasa,
Alam ini tidak pernah kaku,
Variasinya mengindahkan suasana,
Terik, renyai, taufan dan kelam,
Mewarnai perjalanan setiap insan.

Dahulu aku sukakan malam yang kelam,
Mungkin sunyinya mendamaikan rehatku,
Atau itulah ketikanya keluargaku bersatu,
Berkongsi senda tawa,
Berlimpahan kasih mesra,
Hingga tenggelam episod duka.

Pernah jua ribut taufan aku idamkan,
Keganasannya bersela kerakusan,
Menyapa tanpa berita amaran,
Kuasa itu amat menerujakan,
Bagi seorang anak hingusan,
Namun ia hanya berlalu dan lesap entah ke mana.

Mengimbau saat aku menginjak dari alam fantasi,
Panas teriklah pelapik langkah penuh erti,
Aku merencanakan misi dan visi,
Jauh meninggalkan bayangan kejahilan,
Tapi lama mana aku mampu bertahan,
Aku bukanlah pepohon yang tekal,
Rela reput berbahang mentari.

Bagaimanapun perjalanan alam ini,
Aku tetap di sini,
Mencari ketenangan di balik tirai usang,
Mencoretkan bingkisan kala renyai hujan,
Dalam dingin yang mendamaikan.

Oct
28
ku dedikasikan sajak ini buat mereka yang masih mencari cahaya..
Mencari Tuhan
Luas saujana mata memandang
Bumi menghijau subur di kejauhan
Dengan rasa syukur melangkah
Menjejakkan kaki
Nada ikhlas menyambut
KehadiranPemuda mencari tuhan
Segalanya ada di sini
Bagi yang mencari
makna kalimah zuhud
makna kalimah hubb
makna kalimah tawadhu’
makna kalimah tasawuf
makna kalimah tawakkal
makna kalimah zikr
ilahi anta maqsudi wa ridhaka matlubi
Lalu pertanyaan muncul,
Di mana cahaya itu?
Cahaya nur dan fayd sayyidi syeikh yang diwar-warkan
Cahaya atas cahaya
“nur ala nur”
“Min shiddati addhuhur alkhifa’ “
(kerana terlampau cahaya itu, mmelupuskan cahaya sebenar)
Lalu di mana tuhan?
Di mana tuhan pada
Tawakkalnya manusia
Zuhudnya manusia
Tawadhu’nya manusia
Tasawufnya manusia
Pada yang Maha Agung
Atau yang menggagungkan yang Maha Agung
Atau hanya sekadarMencari jalan pintasKe Firdausi rabbi
Apakah ada jalan pintas ke sana?
“Innallahasytara minal mu’minin anfusahum wa amwalahum biannalahumul jannah”
“Ilahi anta maqsudi wa ridhaka matlubi”
Aku hadir dengan maksud
Memohon jalan menuju Mu
Jalan,tariqah sebenar
Pada mengesakan Engkau
Pada mencariMu, tuhan
Al-atqiyaa al-akhfiya ilallahi azza wa jalla
14/5/2007
Menzil, Turkiye Cumhuriyyet
Oct
23

Bicara Cinta

kiriman zulyunus
(zulyunus)

Tak guna kuberbicara soal cinta
saat aku tak mengerti daripada mana lahirnya ia
dan siapa yang menciptakannya.

Bodohnya saat aku berbicara soal cinta
sedangkan cinta di hatiku tidak terdaya kukawal
tak tahu ke mana untuk kuhalakan.

Sia-sia aku bercinta kerana mereka juga bercinta
sedangkan aku tahu ada Dia
yang sentiasa akan menerima cintaku
biar berkali-kali kulakukan perkara yang Ia benci.

Tanpa aku masih ramai kan mencintai-Nya
namun tanpa Dia, sampai bila cintaku akan terus mekar?
Sekarang anda juga ingin berbicara soal cinta?

Silakan…hai makhluk tuhan

Oct
22

Persimpangan Masa

kiriman zulyunus
(zulyunus)

AKu di persimpangan masa
dan aku sentiasa di persimpangan itu
sebuah persimpangan yang penuh tanda
sebuah persimpangan yang penuh makna

Persimpangan itu membawa aku terus melalui kehidupan
Aku bangun di pagi hari dan nantinya aku tidur tatkala malam tiba
tanpa sempat aku merasa segalanya
persimpangan itu sangat banyak
gerakannya sangat laju.

Pantaskah semangatku terhenti pada masa yang terus berlalu?
masa yang persimpangannya hanya petanda
dan ia sama sekali tidak pernah terhenti.

Aku di persimpangan masa
antara malam dan siang
antari hari ini dan esok
antara muda dan tua
antara senang dan susah
antara lapang dan sempit
antara suka dan duka
dan antara sebentar tadi dan sebentar lagi…

Pada persimpangan mana harus aku berhenti?
saat persimpangan itu tak pernah sedetik jua kaku.