Hari ini aku adalah seseorang
engkau juga adalah seseorang
hari esok siapa tahu?
Andai hari esok…
engkau mendaki puncak kayangan
aku menuruni lurah yang dalam
jangan lupa
kita pernah berkawan
Hari ini aku adalah seseorang
engkau juga adalah seseorang
hari esok siapa tahu?
Andai hari esok…
engkau mendaki puncak kayangan
aku menuruni lurah yang dalam
jangan lupa
kita pernah berkawan
Allah memaparkan keagungan-Nya pada alam
kelihatan jelas pada setiap penciptaan
pada bulan yang mengambang
pada bintang yang berkilauan
pada matahari yang bersinat terang
pada langit yang mendung dan cerah
dan pada samudera yang terbentang
juga pada daun-daun yang berguguran
apakah sekadar itu?
tidak…ada lagi yang belum terungkapkan
pada binatang yang melata dan berterbangan
pada angin yang tenang dan kencang
pada tumbuhan yang subur dan layu
lagi pada api yang bersemarak
dan pada air yang berkocak-kocak
di sungai dan di laut.
Lalu Allah menggambarkan kehebatan-Nya dalam kalam
Al-Quran yang penuh hikmah dan rahmah
mengungkap seribu satu keajaiban
menceritakan kisah-kisah yang penuh teladan
membawa panduan yang tepat dan padat
mencorak permikiran insan
memberikan gambaran kehidupan
memimpin manusia membina cara hidup bertuhan.
Bagaimanakah kita menggambarkan diri kita?
Mampukah kita menggambarkan diri kita
sebagaimana Allah menggambarkan diri-Nya?
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Saban hari kita memburu kemenangan
Meniti sebuah jalan perjuangan
Bercerita soal takwa dan iman
Membina segala macam kekuatan
Mencipta segala bentuk kehebatan
Kemenangan sesuatu yang dicari bukan dinanti
Ia mendatangi setelah ia didatangi
Jika ada yang menang akan ada yang kalah
Ia tidak abadi dalam dunia yang bakal musnah
Kerana ia kekal dalam alam yang menanti
Bagi mereka yang mencari.
Jika kita yang miliki kemenangan
Untuk apa ditakuti kegagalan?
Untuk apa dirisaukan kekalahan?
Bahkan kita mengharap akan turunnya bantuan
berupa sebuah kemenangan
Bererti ia milik Pemilik alam maya
Ia milik Yang Memiliki Kekuasaan.
Harganya luar biasa
Kerana nilainya tak terbanding.
Usaha kita hari ini belum tentu
Menjamin kemenangan hari esok
Kerana ia milik-Nya.
I
di depanku terbentang luaslautan yang menjadi saksi
pertemuan dua benua
dua peradaban kemanusiaan
Anginnya dingin,lembut menyapa pipiku
halus membelai rambutku
pantas mendakap menyambut kehadiranku
biru airnya tenang
penuh makna tersembunyi
dan di sebalik kejernihan
dan ketenangan itu
cerita di sebalik cerita…
merakam peristiwa manusia
Dalam kilauan panorama malam nan indah
Sejak aku melihat dunia,
Sehingga ke saat aku mencoretkan rasa,
Alam ini tidak pernah kaku,
Variasinya mengindahkan suasana,
Terik, renyai, taufan dan kelam,
Mewarnai perjalanan setiap insan.
Dahulu aku sukakan malam yang kelam,
Mungkin sunyinya mendamaikan rehatku,
Atau itulah ketikanya keluargaku bersatu,
Berkongsi senda tawa,
Berlimpahan kasih mesra,
Hingga tenggelam episod duka.
Pernah jua ribut taufan aku idamkan,
Keganasannya bersela kerakusan,
Menyapa tanpa berita amaran,
Kuasa itu amat menerujakan,
Bagi seorang anak hingusan,
Namun ia hanya berlalu dan lesap entah ke mana.
Mengimbau saat aku menginjak dari alam fantasi,
Panas teriklah pelapik langkah penuh erti,
Aku merencanakan misi dan visi,
Jauh meninggalkan bayangan kejahilan,
Tapi lama mana aku mampu bertahan,
Aku bukanlah pepohon yang tekal,
Rela reput berbahang mentari.
Bagaimanapun perjalanan alam ini,
Aku tetap di sini,
Mencari ketenangan di balik tirai usang,
Mencoretkan bingkisan kala renyai hujan,
Dalam dingin yang mendamaikan.
Salah apa yang aku lakukan
SALAH! sememangnya salah
cara aku dalam berkasih melanggar kitab cinta
rentak aku dalam bermesra melanggar hukum asmara
bangsat aku termanggu…
mensiakan waktu dilamun rindu
menyeksa jiwa dikuasa cinta
“Andai engkau menyintai ‘dia’
lupakanlah ‘dia’…
andai ‘dia’ datang kepadamu, cinta itu cinta yang suci
andai tidak
cinta itu tidak pernah wujud sejak awal lagi”