RSS
 

Archive for March, 2009

Waktu ini

30 Mar
Butir2 cinta jatuh mengalir
Selebat air rahmatMu diluar kamarku
Seolah Dia berada didepanku
Bersedia mendengar luahan isi hatiku
Disaat inilah Tuhan mengabulkan doa hambanya
Kerna Dia Maha Pengasih dan Penyayang
Apa kalian tahu mengapa sering diutarakan seperti itu?
Tidakkah kalian menggunakan akal?
Allah masih menyayangi kita
Allah masih sayangkan kta
Allah masih cintakan kita
Allah masih perihatan terhadap kita
Allah masih melindungi kita
Allah masih memeri kita nikmat yang tidak terkira
Mau diterangkan lagi?
Nah,jika begitu sesudah berpuluh tahun pun masih tidak terkira
Kerna terlalu banyaknya
Kerna terlalu kasih dan sayangnya Allah kepada kita
Apa kalian masih tidak mengerti?
Lalu apa yang harus dilakukan…
Syukurilah setiap nikmat ilahi
Kita hamba yang terlalu sedikit bersyukur
Jangan kalian menyatakan kalian sudah penat bersyukur
Allah tidak mengharapkan apa2 kepada kita
Kita tidak memberikan kesan kepada Allah jika kita kufur
Kerna kita yang kufur dan memilih jalan itu sendiri
Ya,benar sekali Allah menentukan segalanya
Namun,bukankah Allah pernah berkata
Dia tidak akan mengubah sesuatu kaum itu melainkan mereka yang ingin merubah kepada yang lebih baik?
Kita yang memilih sendiri
Allah yang menentukan
Kalian masih meminta yang bukan2 kepada Allah?
Masih belum puaskahkah nafsumu itu?
Oh ! iya, nafsu tidak pernah akan puas
Syukurilah nikmat pemberian kasihNya
Lakukanlah perkara yang disuruh olehNya
Berusaha dan tegas agar menjauhi laranganNya
Bersegeralah kita merebut cinta ilahi
 
 

Sebuah Kerinduan {Ayahanda}

27 Mar

Rindunya hatiku padamu

Sayangnya aku padamu

Tidak pernah kurasakan setebal ini

Melangit…begini

Airmata luahan segala

Cintanya aku padamu

Rindunya hatiku padamu

Sayangnya aku padamu

Tiada lagi tempat  mengadu

Hilang sudah tempat bermanja

Kelam sungguh hati ini

Bagai malam tanpa bulan dan bintang

Cintanya hatiku padamu

Rindunya hatiku padamu

Sayangnya aku padamu

Kudakap erat kasih dan sayang

Tak pernah pudar walau sezarah

Tak pernah lekang walau sesaat

Cintanya hatiku padamu

Rindunya hatiku padamu

Sayangnya aku padamu

Kenangan hidupmu

Bagaikan nyawa dijasad ini

Biar sejuta tawa

Tiada terubat rindu yang terpahat

wnz/05

 
2 Comments

Posted in Wan

 

Definisi Cinta I

27 Mar

Jalaluddin-l-Rumiye menulis:-

Menurutku,
Cinta adalah kekuatan
yang mampu
mengubah duri jadi mawar,
mengubah cuka jadi anggur,
mengubah malang jadi untung,
mengubah sedih jadi riang,
mengubah syaitan jadi nabi,
mengubah iblis jadi malaikat,
mengubah sakit jadi sihat,
mengubah kikir jadi dermawan,
mengubah kandang jadi taman,
mengubah penjara jadi istana,
mengubah amarah jadi ramah,
mengubah musibah jadi muhibah,
itulah cinta!

Dipetik dari Ketika Cinta Bertasbih, karya Habuburahman El-Shirazy, yang digarap dengan perubahan yang banyak dari tulisan Jalaluddin-l-Rumiye di dalam Masnawinya

 

Duka sekeping hati…

26 Mar

Langkahmu

Mungkin untuk mencari kebahgiaan

Cinta silam kian pudar

Bersama usia semalam

Sayang dan rindu jua

Kian mati bersama

Kejemuan yang bertapa

Langkahmu

Pencari cinta baru

Seiring usia merangkak  senja

Nafsu kian memuncak

Sayang dan kerinduan

Menghambat setiap saat

Sehari kelapangan

Bagai bertahun dineraka kerinduan

Hidup berpaksikan nafsu

Tiada kepuasan

Satu,dua,tiga dan empat

Lambang kemegahan

Kuasa yang diberi

Menempah  api kehangatan

Ehsan terpinggir

Jauh sekali simpati

Berlari mendakap mengharap bahgia

Jejak ditinggal hitam dan kelam

Usang berkubur…

wnz/jun 06

 
No Comments

Posted in Wan

 

Buat Insan bernama “Suami”

26 Mar

Kala usia mengorak langkah..

Menjangkau lambaian senja…

Rerambut merubah warna….

Kekenduran…..kegersangan…

Menyaluti  seluruh jasadmu…

Tulang belulang mereput sudah…

Serakah tegak mengiring nafsu…

Tergoyah iman dibenak kalbu…

Waras akal semakin rapuh….

Menggapai harap nyawa dan hati…

Terbelaikah  kasih dan sayang….?

Meski mendung datang bertandang..

Mengungkai segala kebahgiaan….

Membangkit kenangan silam…

Adakah penawar…?

Manja dalam  ketulusan…

Suci hati putra putri…

Kesetiaan dan keikhlasan…..

Tidak bererti….

Kala hati dihujung kecurangan….

Tiada berharga permata indah….

Yang telah  kau tahu…

Sinar dan cahayanya…..

wnz/2006

 
No Comments

Posted in Wan

 

Kekasih..hati….

26 Mar

Berbunga hati..berlagu..sayang…

Mekar harum ..indah pandangan….

Tiada bertepi rasanya lautan…

Kerdipan bintang bagaikan siangan….

Cinta kasih tersimpul mati…

Menggunung harapan terdampar…

Seiring keikhlasan…..

Taat dan setia terpahat kaku….

Hati tiada terbelah…

Godaan harta dan pujian…

Kemewahan yang berjuta…

Terkulai dihujung…kasih dan sayang…

Siang berganti malam…

Mengharap diri dikasihi…..

Berdenyut…..nadi..

Disayangi…..putra dan putri…

Tandamata…duniawi..kita…

wnz

10 .Feb.2006

 
1 Comment

Posted in Wan

 

Umatku Menangis

26 Mar

Umatku menangis mendayu-dayu
memanggil-manggil penuh sayu
“Kami tak punya kekuatan iman,
lebur bersama derap langkah kemajuan,
hilang dibawa arus kemodenan,
terhimpit dalam kehebatan akal yang sempit,
terkongkong dalam agenda perosak musuh…”

Umatku menjerit mohon dibantu
kasih dan cinta kian pudar
cuma masih ada yang tertinggal
iaitu benci dan dendam, dusta dan porak peranda
“Kami terancam dalam ketenangan,
menikmati setiap inci kenikmatan yang disajikan
lantas merobek jati diri dan akidah yang rapuh
kami tahu dan kami sedar
tapi kami tak mampu mengangkat tangan
kerana kami larut dalam kesenangan yang begitu mengasyikkan”

“Siapa akan datang menghulur tangan?
Membawa kami keluar daripada neraka dunia?
Kami tak ingin kata-kata nista dan manis tak berpunca,
kami ingin keikhlasan yang dibuktikan dengan amal
yang bakal melayari bahtera kebangkitan umat ini.”

Terlalu tulikah engkau sehingga tak terdengar tangisan itu?
Atau terlalu buta sehingga tak terlihat luka yang kian parah?
Tatkala kau terdengar dan terlihat,
sedarlah bahawa belum terlambat,
untuk kita tampil dan mengusap titisan airmata umat ini
biarpun terpaksa menitiskan darah.

 
No Comments

Posted in zulyunus

 

Tegar Berdiri

25 Mar
Setitik demi setitik
Dakwat pena berkeliaran dimuka ini
Detik terus berlari
tinggal aku yang terkapai – kapai

Hampir sekali putus asa mencerkupku
Teringat Allah merindui Rasulullah
Akan ku tetap gagahi jua
Walau tanpa teman

Kita penyambung waris
Islam tidak menular sendiri
Persis parasit menjalar
Kami pasti menegakkannya

Tidak sanggup islam hilang di mata dunia
Kerna takkan islam terkubur di hati kami
Selagi kita masih punya senafas udara
Lautan darah sanggup kami korbankan

 
 

Kejam

25 Mar

Himpunan kata memakan diri,
Simpulan harap menjerut semangat,
Tadahan serah menghimpit resah…

Merana pada caturan dunia,
Terluka menahan esak derita,
Terkilan merindukan bayang angan-angan…

Laksana menjala tika tengkujuh,
Menuai padi waktu kemarau,
Meletakkan bukan pada tempat,
Mengundang gusar,
Menafikan hakikat…

 
 

Cerita(i)

13 Mar

Bila yang ringan itu,
sampai masanya menjadi berat;
maka yang tersenyum jua luluh.

Yang terasa lapang itu,
serasa mengikat segenap hati.
menangkap tenang jiwa,
meruntun damai rasa.

Ya Allah, ringankan;
mudahkan, lapangkan.
Sampaikan,
pada jiwa yang jauh itu;
akan apa yang ini.
moga tahu,
moga mengerti;
akan yang dulu ringan,
telah menjadi beban.

Nadim Muhammad

3rd March 2009
Rathmines, Dublin.

 
No Comments

Posted in NadimM