Tatkala kau hirup udara segar
kau lihat alam seindah mata memandang
kau melangkah sekuat kakimu
ke mana-mana yang kau ingini
kau angkat tanganmu
makan, menulis, bermain dan memegang
kan harusnya kau beriman?
Tatkala mulutmu tak berjahit
kau bisa berbicara manis
meluahkan isi hatimu
memuji atau mengkeji
makan, menguap, senyum dan ketawa
kan harusnya kau beriman?
Hidungmu tak tersumbat
nafasmu lancar tak tersekat
hidumu dapat menilai yang enak dan bukan
tak masuk air tatkala hujan
berlubang dua tak cacat
kan harusnya kau beriman?
Tatkala jantungmu berdegup-degup
kadang perlahan kadang kencang
mengepam darah dengan baik
hingga kau bisa hidup lagi
aman dan harmoni
kan harusnya kau beriman?
Tatkala orang bercakap
kau bisa mendengar
tatkala orang berbisik
kau bisa mendengar
tatkala orang memberi nasihat
entahlah kau mendengar atau tidak
pokoknya…han harusnya kau beriman?
Adakah kau ingin menunggu matamu buta
atau telingamu tak terdengar desir angin lagi
dan hidungmu tak bisa bernafas lancar
atau mulutmu tertutup selama-lamanya
dan patah seluruh anggota
baru kau nak beriman?



