Dakwat pena kekeringan
disental waktu tanpa langsung dihirau
berlalu musim…kemarau kering kekontangan
Benak minda ditikam
diselubung rencam pengalaman
diadun kocak perasaan
Terselindung disebalik kepulan awan hitam
tersesat di persawangan rimba belantara
tenggelam ditelan selebu lautan…
liat nadi tetap berdenyut mencari erti
erti sebuah perjalanan
Madah puisi indah senang dicoretkan
derap langkah kelana sukar digambarkan
sempadan dunia…fantasi dan realiti
Sebatang pena setia terus menanti
seorang pujangga…lama menghilang diri


zulyunus
08/08/2009 at 11:23 am
pergh! Kembali menulis lagi sang bujang kelana, setelah sekian lama hilang pergi mencari bidadari yang hingga kini belum ditemui, sembunyi dalam mimpi. hehe