27
October

…SECAWAN SUSU PANAS…

Secawan susu panas

keputihan…

memancing jernih kesucian

 

Secawan susu panas

panas…

ditiup dihirup perlahan-lahan

 

Secawan susu panas

mencerna kasih bahagia

25
October

Duhai Abang

Duhai abang…maafkan aku,
Aku tega mengguris hatimu,
Sesaat angkuh menjadi insan terlupa,
Yang mencebik saat engkau tersenyum,
Yang melukakan saat engkau mendambakan keriangan,
Dari keihklasan sebuah pemberian.

Duhai abang…maafkan aku,
Kucoret puisi dalam terkilan yang berbaki,
Kerana tak mampu kembali meleraikan,
Ketegangan genggaman sentuhan semalam,
Kutahu maaf belum tentu cukup melegakan,
Hati seorang abang yang terluka,
Akan kata-kata yang berbisa.

Duhai abang…maafkan aku,
Aku terbiasa hidup bersahaja,
Minda terdidik dalam ketundukan,
Bimbang ketidakcukupan barangkali,
Kekadang tersipu sendiri.

Duhai abang…maafkan aku,
Baru kutahu isi hatimu,
Mahu menyenangkan kemurungan adikmu,
Tapi sayang…
Penat lelahmu kubalas dengan tamparan keengganan.
Mengertilah abangku…
Daku insan lemah,
Terkadang berbuat salah.

20
October

Gagak(ii)- Takwa

Lalu gagak,
apa yang kau tangiskan?
meski tidak seputih merpati,
atau merak seindah pelangi;
bukankah janji Tuhanku,
dan Tuhanmu:-
“Yang tinggi, dekat,
dan mulia pada-NYa;
adalah jiwa,
yang dalamnya,
takwa?”

Nadim M
O’Flanagan Lecture Theature,
Royal College of Surgeons in Ireland
20 Oktober 2009

7
October

…SIMPULAN KASIH…

Usah menyendiri…sendiri

tercicir dalam penyatuan

tersingkir dalam gandingan

 

Sebatang lidi

kalau dipatah mudah

berdiri lemah

dijentik rebah

 

Seberkas lidi

kalau dipatah susah

berdiri gagah

dijentik tak rebah

 

Ayuh kejapkan ikatan

usah uraikan simpulan

kerana basah hujan tak mereputkan

kerana terik mentari tak melekangkan

memanjat usia…menyuburkan

27
September

…DI LAUTAN KEHIJAUAN…

Andai kita dapat sama berada di lautan ini

menghela nafas saling menghirup udara nan segar

dengan percikan air pulau menghijau beralun mengasyikkan

dipanggang disalai bahang hangat mentari

digoda pandang pada buih-buih air memecah keputihan

ingin sekali aku ini rapat merangkul jasad

lalu kubisikkan kalam bersaksikan alam

aku telah lemas dalam selaut kerinduan padamu…

26
September

Buktikan Kebenaran

tak guna pandai bicara
tatkala kebohongan juga yang terhambur
di sebalik kemunafikan yang bertakhta
indah, seolah dihias permata berlian
namun punah, ibarat buih-buih di lautan
kosong dari ruh, sepi dari kebenaran
yang ada cuma madah bersulam emas
menipu penuh seni

tak guna pandai bermadah indah
andai amal tak menurut bersama
yang ada cuma sesal tak henti
kesedihan tak dikunjung harapan
mengeluh entah di mana penghujungnya
bercerita penuh syahdu
namun diam seribu amal
dan bangsapun terus terlopong
menanti sinar perubahan
dari seorang pekerja umat
bukan seorang pengkritik bebas
di sebalik tabir bersembunyi
bercerita di sana-sini
namun umat terus menangis
menderita tak dirawat

wahai diriku
jangan pernah lesu berbicara kebenaran
jangan pernah lupa membuktikan dalam amal
agar kebenaran tidak tinggal harapan

14
September

Antara Dua Keadaan

Kesusahan, keperitan
mematangkan akal
meneguhkan hati
menguatkan jasad
hidup makin dihargai
penuh erti

Kesenangan, kekayaan
membelai naluri
akal jauh menyimpang
hati kian membatu
jasad tak ingin beramal
hidup ada segala
tapi kekosongan terasa

Keperitan kadangkala membahagiakan
kesenangan kadangkala menyempitkan
pelik, namun ada benarnya
ada nilainya buat yang mengerti

Permasalahan bukan pada keadaan
tapi pada insan

24 Ramadhan 1430 H

7
September

…GADIS KU RINDU…

Saban waktu lamanya

aku sepi sendiri

hati tidak berteman

jiwa tidak keruan

jasad menanggung beban

 

Suatu masa lalu

aku mengerling pandang akan dirimu

tiap kali melewati koridor 1K1

 

Se-Ayu wajah sehalus selembut sutera

bersinar bercahaya bak mengambang purnama

renungan manjamu menggoda mengusap jiwa

pasak matamu memukau menambat rasa

manis mesra senyummu menawan kalbu

lunak merdu suaramu mengusik rindu

sopan santunmu melambang gadis melayu

 

Ingin sekali aku hampir mendekati

sehingga tibanya ketika…

aku merantau jauh menghilang diri

kutinggalkan segala cerita tentang dirimu

kupendam dan kuluput segala hasrat membuai mimpi

 

Selisih waktu di kemudian hari

sempat aku mengenal akan kelibatmu

saling sama menghayati rencam pengalaman

bersadur macam mengulit kisah kehidupan

bersua kita lagi…setelah lama dimamah usia

 

Taman hati yang kelam cahaya

bagaikan kembali bersinaran

aku yang telah hilang percaya

pada setia dara kasih asmara

kembali ditawan kerinduan…

 

Aku bimbang akan sebuah kehilangan

kerana silapnya semalam…

27
August

…KENCANG ANGIN…

Berhembus sang angin…Kencang!

menderu tiada penghalang…laju

merempuh tanpa salam…syahdu

berdesir di celah-celah pepohonan

rumput-rumput berlambaian

pelepah-pelepah bertarian

reranting yang meliuk-liuk

dedaun yang berguguran

meniupkan semangat alam

16
August

Apa Yang Kau Tinggal?

Pasti tiba
saat kita melangkah pergi
berpindah ke alam abadi
tinggal bumi tumpangan
mati dan hidup lagi
di dunia hakiki

Harta dan nama
anak isteri, harta pusaka
luput ditelan zaman
layu direntang usia
lalu hilang tak dikenang

Bisa jadi yang ditinggal
hanya tangisan dalam nostalgia
bahkan mungkin
kebencian dalam dendam
dan rajuk yang belum terpujuk

Rugi, sesal tak bernoktah
andai hidup penuh nikmat
lalu pergi
menempah siksa tak terperi
bertemu Ilahi dalam cemar
segunung dosa tak terampun

Tinggal segala!
apa yang kau tinggal di dunia?

“Apabila mati anak adam, terputus amalnya kecuali 3: Sedekah Jariah, Ilmu yang bermanfaat, dan anak soleh yang mendoakan”