RSS
 

Posts Tagged ‘Allah’

Sunyi Ini

04 Aug

Sungguh,
Hati ini sunyi,
Bingit di pasar,
Teriakan riuh saudagar,
Namun,
Sunyi ini terus mekar.

Sungguh,
Hati ini sunyi,
Pelangi indah melakar,
Pohonan rimbun menjalar,
Namun,
Sunyi ini terus membesar.

Sungguh,
Hati ini sangat sunyi,
Lukaku masih tercalar,
Walau teman minta bersabar,
Namun,
Jiwaku terus menggusar.

Sungguh,
Hati ini semakin sunyi,
Walau bumi sangat mencabar,
Walau gempa datang menggegar,
Namun,
Benakku masih terasa hambar.

Ya Tuhan,
Sampaikanku khabar,
Agar hati yang balar,
Bisa menjadi segar.
Agar jiwa yang berputar,
Bisa kembali mendebar,
Agar iman yang terbakar,
Tidak akan lagi gentar.

Ya Tuhan,
Aku tahu Kau Yang Maha Benar!
Dan aku tahu Kau Yang Maha Besar!
Agar sunyi ini akan terus pudar.

-Ibnu Kamaruddin-

 

Tagih Cinta-Mu

02 Apr

Semakin aku menjauh dari-Mu
Semakin hati merasa kosong
Jauh daripada kedamaian
Walaupun ku ada semuanya
Namun terasa tiada apa-apa
Hati seolah terpenjara
Tak mampu merasa bahagia

Aku benci apa yang kurasakan
Aku ingin mendekati-Mu
Namun hati merasa malu
Setelah hakmu kuabaikan
Setelah anugerahmu kudustakan
Setelah hariku berlalu penuh dosa
Lalu kupergi jauh, lebih jauh
Tak bisa kureguk cinta-Mu

Namun hati semakin kosong
Semakin merindu sesuatu
Semakin jauh kupergi dari-Mu
Semakin parah gelora jiwaku
Tak bisa kukecap tenang
Sekalipun di hujung dunia
Kerana aku tak bisa lari dari-Mu

Aku bertekad bulat
Mendekati-Mu seikhlas hati
Biar apa terjadi di pertengahan
Aku tak akan berpatah jalan
Aku benci kehidupan tanpa-Mu
Sesalanku tak henti memburu
Menyekat rasa tenang jiwaku

Aku gagahkan kaki berdiri
Di balik tirai malam-Mu
Mengharap kasih dan cinta
Mengadu pedih dan derita jiwa
Tak tertanggung lagi olehku
Tak mampu lagi kulari dari-Mu
Aku memang memerlukan-Mu
Aku tak bisa hidup tanpa-Mu

Ketika itu, derai air mata kuseka
Aku begitu terharu tak terkata
Dengan cinta-Mu kurasa bahagia
Andai kutahu begini nikmatnya
Takkan kulari dari-Mu
Pasti kutagih cinta-Mu
Sejak dulu…

2 April 2010

 
1 Comment

Posted in zulyunus

 

Waktu ini

30 Mar
Butir2 cinta jatuh mengalir
Selebat air rahmatMu diluar kamarku
Seolah Dia berada didepanku
Bersedia mendengar luahan isi hatiku
Disaat inilah Tuhan mengabulkan doa hambanya
Kerna Dia Maha Pengasih dan Penyayang
Apa kalian tahu mengapa sering diutarakan seperti itu?
Tidakkah kalian menggunakan akal?
Allah masih menyayangi kita
Allah masih sayangkan kta
Allah masih cintakan kita
Allah masih perihatan terhadap kita
Allah masih melindungi kita
Allah masih memeri kita nikmat yang tidak terkira
Mau diterangkan lagi?
Nah,jika begitu sesudah berpuluh tahun pun masih tidak terkira
Kerna terlalu banyaknya
Kerna terlalu kasih dan sayangnya Allah kepada kita
Apa kalian masih tidak mengerti?
Lalu apa yang harus dilakukan…
Syukurilah setiap nikmat ilahi
Kita hamba yang terlalu sedikit bersyukur
Jangan kalian menyatakan kalian sudah penat bersyukur
Allah tidak mengharapkan apa2 kepada kita
Kita tidak memberikan kesan kepada Allah jika kita kufur
Kerna kita yang kufur dan memilih jalan itu sendiri
Ya,benar sekali Allah menentukan segalanya
Namun,bukankah Allah pernah berkata
Dia tidak akan mengubah sesuatu kaum itu melainkan mereka yang ingin merubah kepada yang lebih baik?
Kita yang memilih sendiri
Allah yang menentukan
Kalian masih meminta yang bukan2 kepada Allah?
Masih belum puaskahkah nafsumu itu?
Oh ! iya, nafsu tidak pernah akan puas
Syukurilah nikmat pemberian kasihNya
Lakukanlah perkara yang disuruh olehNya
Berusaha dan tegas agar menjauhi laranganNya
Bersegeralah kita merebut cinta ilahi