Posts Tagged ‘cinta’


15
April

Definisi Cinta II

Cinta
menurutku,
sekalipun cinta telah kuhuraikan dan kujelaskan panjang lebar.
Namun jika cinta kudatangi aku jadi malu pada keteranganku sendiri.
Meskipun lidahku telah mampu menghuraikan dengan terang.
Namun tanpa lidah,
Cinta ternyata lebih terang
Sementara pena begitu tergesa-gesa menuliskannya
Kata-kata pecah berkeping-keping begitu sampai
Kepada cinta
Dlam menghuraikan cinta, akal terbaring tak berdaya
Bagaikan keldai terbaring dalam Lumpur
Cinta sendirilah yang menerangkan cinta,
Dan percintaan!

Petikan puisi Jalaluddin-l-Rumiye dalam Diwan Shamsi Tabriz, terjemahan Abdul Hadi W.M, di petik dari Ketika Cinta Bertasbih, karya Habiburahman El-Shirazy.

7
April

Hati Lara

Sekeping hati membawa diri
Jauh nun disana
Apa yang diperoleh
Hanya kerinduan yang memberontak

Lelah sudah hati berhijrah
Ingin semula kembali
Namun apalah daya ini
Tiada siapa yang sudi temani

Puas sudah corok dijelajahi
Mencari pelengkap hati ini
Ku temui hanya bayangan
Yang sentiasa memburuiku
Tidak mungkin kekal

Baru kini hati sedari
Selama ini sentiasa bersama
Menemani perjalanan menempuh duka
Butanya hati hinanya diri

30
March

Waktu ini

Butir2 cinta jatuh mengalir
Selebat air rahmatMu diluar kamarku
Seolah Dia berada didepanku
Bersedia mendengar luahan isi hatiku
Disaat inilah Tuhan mengabulkan doa hambanya
Kerna Dia Maha Pengasih dan Penyayang
Apa kalian tahu mengapa sering diutarakan seperti itu?
Tidakkah kalian menggunakan akal?
Allah masih menyayangi kita
Allah masih sayangkan kta
Allah masih cintakan kita
Allah masih perihatan terhadap kita
Allah masih melindungi kita
Allah masih memeri kita nikmat yang tidak terkira
Mau diterangkan lagi?
Nah,jika begitu sesudah berpuluh tahun pun masih tidak terkira
Kerna terlalu banyaknya
Kerna terlalu kasih dan sayangnya Allah kepada kita
Apa kalian masih tidak mengerti?
Lalu apa yang harus dilakukan…
Syukurilah setiap nikmat ilahi
Kita hamba yang terlalu sedikit bersyukur
Jangan kalian menyatakan kalian sudah penat bersyukur
Allah tidak mengharapkan apa2 kepada kita
Kita tidak memberikan kesan kepada Allah jika kita kufur
Kerna kita yang kufur dan memilih jalan itu sendiri
Ya,benar sekali Allah menentukan segalanya
Namun,bukankah Allah pernah berkata
Dia tidak akan mengubah sesuatu kaum itu melainkan mereka yang ingin merubah kepada yang lebih baik?
Kita yang memilih sendiri
Allah yang menentukan
Kalian masih meminta yang bukan2 kepada Allah?
Masih belum puaskahkah nafsumu itu?
Oh ! iya, nafsu tidak pernah akan puas
Syukurilah nikmat pemberian kasihNya
Lakukanlah perkara yang disuruh olehNya
Berusaha dan tegas agar menjauhi laranganNya
Bersegeralah kita merebut cinta ilahi

posted under , , , , | Comments (0)

27
March

Definisi Cinta I

Jalaluddin-l-Rumiye menulis:-

Menurutku,
Cinta adalah kekuatan
yang mampu
mengubah duri jadi mawar,
mengubah cuka jadi anggur,
mengubah malang jadi untung,
mengubah sedih jadi riang,
mengubah syaitan jadi nabi,
mengubah iblis jadi malaikat,
mengubah sakit jadi sihat,
mengubah kikir jadi dermawan,
mengubah kandang jadi taman,
mengubah penjara jadi istana,
mengubah amarah jadi ramah,
mengubah musibah jadi muhibah,
itulah cinta!

Dipetik dari Ketika Cinta Bertasbih, karya Habuburahman El-Shirazy, yang digarap dengan perubahan yang banyak dari tulisan Jalaluddin-l-Rumiye di dalam Masnawinya

28
October

Mencari Tuhan

ku dedikasikan sajak ini buat mereka yang masih mencari cahaya..
Mencari Tuhan
Luas saujana mata memandang
Bumi menghijau subur di kejauhan
Dengan rasa syukur melangkah
Menjejakkan kaki
Nada ikhlas menyambut
KehadiranPemuda mencari tuhan
Segalanya ada di sini
Bagi yang mencari
makna kalimah zuhud
makna kalimah hubb
makna kalimah tawadhu’
makna kalimah tasawuf
makna kalimah tawakkal
makna kalimah zikr
ilahi anta maqsudi wa ridhaka matlubi
Lalu pertanyaan muncul,
Di mana cahaya itu?
Cahaya nur dan fayd sayyidi syeikh yang diwar-warkan
Cahaya atas cahaya
“nur ala nur”
“Min shiddati addhuhur alkhifa’ “
(kerana terlampau cahaya itu, mmelupuskan cahaya sebenar)
Lalu di mana tuhan?
Di mana tuhan pada
Tawakkalnya manusia
Zuhudnya manusia
Tawadhu’nya manusia
Tasawufnya manusia
Pada yang Maha Agung
Atau yang menggagungkan yang Maha Agung
Atau hanya sekadarMencari jalan pintasKe Firdausi rabbi
Apakah ada jalan pintas ke sana?
“Innallahasytara minal mu’minin anfusahum wa amwalahum biannalahumul jannah”
“Ilahi anta maqsudi wa ridhaka matlubi”
Aku hadir dengan maksud
Memohon jalan menuju Mu
Jalan,tariqah sebenar
Pada mengesakan Engkau
Pada mencariMu, tuhan
Al-atqiyaa al-akhfiya ilallahi azza wa jalla
14/5/2007
Menzil, Turkiye Cumhuriyyet

posted under | Comments (1)

14
September

Salam Cinta Dari Beirut ke Istanbul

Bisikkanlah pada
angin
Bisikkanlah pada
pohon nan hijau
Bisikkanlah pada
Gunung
ganang
bukit
bukau
bisikkanlah pada
laut
dan
ombak.
Bisikkan pada semuanya.
Semuanya pada bisikkan.

Sungguh.
Tiada makna
pada birunya
langit
pada sentosanya
bumi
pada damainya
suasana
pada nyamannya
udara
pada segarnya
pepohon

melambai

dari kejauhan

penuh makna

tiada makna

makna tiada.

Dan
Antara lesu dan lengang
Tiba-tiba
dipenuhi
ruang yang terisikan
dengan bisik-bisik
dan suara rintih
dalam
tapi sayup-sayup
pada menyampaikan
salam
cinta
dari dalam kamar
kamar jiwa
rindu sang pencinta
pencinta sang rindu.

melayangkan sepucuk surat
menyampaikan
salam cinta
nun jauh
dari
daratan
di tepian lautan
bumi nan bergoncang
Beirut.

Bahawa;
dalam cinta
Menuntut pengorbanan
Kesetiaan
Kesabaran
Ketaatan
Kepatuhan
ke
Keluhuran
Keteguhan
Kesucian
Ketulusan
Pengorbanan menuntut
Cinta dalam.

Bahawa;
cinta hakiki
Cinta suci
Dari hati
Diikat
Pada cinta
Yang
tak mengharapkan
cinta
pada batasnya
cinta itu murnilah
murnilah cinta itu.

Bahawa;
Tiada kasih-kasihan itu mulus
Jika
Tiada diikat
Pada kasih
Yang tak menagihkan
Kasih
Pada melanggar batasnya
Kasih itu pudar dan malap
Malap dan pudar itu kasih.

Menemui
kekasih sejati
hati dan nurani
jiwa nan lara
larut dalam cinta
isyq dan fana
melutut dan menadah
sentiasa
pada
Yang Tiada Ganti
Cinta sang perindu
Perindu sang cinta.

Di kota kemegahan
Keangkuhan
Kemasyhuran
Idam-idaman
Nama dan sebutan
Sabda Baginda
Cerita luka lama
Istanbul.

Terimalah.
Salam cinta dari Beirut ke Istanbul.

Hadi Mahdi Muhtadi.
Catatan pengalaman
Perjalanan ke Kota Istanbul dan Beirut.

posted under | Comments (0)

26
July

Wahai Hati

Wahai Pembolak-balik hati
Jangan biarkan ia jatuh lagi

Ku takut, Ya ALLAH
Ku takut pabila ia jatuh
Jatuhnya tidak dapat bangun kembali
Dan ku takut
Jatuhnya buatku melupakanMu

Lalai dan alpa

Lagi leka daripada mengingatiMu

Sedangkan hati ini

Hanya milikMu hakiki

Jangan biarkan ia jatuh
Jatuh dibuai segala mimpi
Yang dilihat indah
Yang nyata hanya sementara

Wahai Hati
Jangan dibiar dikau jatuh

Tetapkanlah dudukmu

Tetapkanlah diammu

Beringatlah

Bahawa engkau hanya milikNYA

Wahai Hati
Jangan dibiar bunga-bunga indahmu

Berkembang mekar

Sesuka hati

Di mana-mana persinggahan

Di mana-mana jalanan

Teruskan pengembaraanmu
Ke destinasi

Yang tidak pasti itu

Biarkan kembaramu

Buat mencari keredhaanNYA

Semata-mata

Bukan senang untuk mencapai keredhaanNYA itu
Bukan semua, bukan sesetengah, bukan sebahagian

Tetapi hanya segelintir yang berjaya mencapaiNYA

Dan Engkau, wahai Hati
Engkau berusahalah untuk mencapaiNYA

Jadilah seperti yang segelintir

Berusahalah seperti mereka

Bukan senang tetapi berusahalah

Jangan putus mencuba

Jangan mudah putus asa

Penat itu biasa

Tapi janganlah engkau putus asa

Engkau takut?
Ya, aku pun takut

Siapa yang tidak takut..?

Tetapi
Wahai Hati,

Usah takut

Usah khuatir

Engkau perlu kuat

Kerana kuatmu

Tempat pergantunganku

Yakinlah pada-NYA

Yakinlah padaNYA cuma

Sesungguhnya
Yakin itu terletaknya iman

Tinggi yakinmu

Maka tinggilah imanmu

Untuk menjadikannya tinggi

Ingatlah
padaNYA selalu

Ingatlah
Wahai Hatiku

posted under , , , | Comments (2)

27
May

Di Atas Nama Cinta

Di atas jalan ini ku menyusuri cinta ilahi

Dalam mihrab ini ku menagih kasih abadi

Di atas hamparan sajadah ini ku menyimpuh mendamba nur rabbi

Di lorong ini aku menyepi takut pada seksa azali

Dalam kembara ini aku mencari petunjuk hakiki

Dan di atas nama cinta aku kekal dalam perjuangan ini

Hadi Mahdi Muhtadi

Bandar Baru Bangi

posted under | Comments (0)