RSS
 

Posts Tagged ‘dunia’

Meniti Takdir

13 Mar

Hidup ini
tak berakhir dengan mati
ajal hanya perpindahan
daripada mimpi indah
menuju alam abadi

Dunia ini
sebuah persinggahan
titian dalam perjalanan
bukan pengakhiran
bukan destinasi Read the rest of this entry »

 
No Comments

Posted in zulyunus

 

Apa Yang Kau Tinggal?

16 Aug

Pasti tiba
saat kita melangkah pergi
berpindah ke alam abadi
tinggal bumi tumpangan
mati dan hidup lagi
di dunia hakiki

Harta dan nama
anak isteri, harta pusaka
luput ditelan zaman
layu direntang usia
lalu hilang tak dikenang

Bisa jadi yang ditinggal
hanya tangisan dalam nostalgia
bahkan mungkin
kebencian dalam dendam
dan rajuk yang belum terpujuk

Rugi, sesal tak bernoktah
andai hidup penuh nikmat
lalu pergi
menempah siksa tak terperi
bertemu Ilahi dalam cemar
segunung dosa tak terampun

Tinggal segala!
apa yang kau tinggal di dunia?

“Apabila mati anak adam, terputus amalnya kecuali 3: Sedekah Jariah, Ilmu yang bermanfaat, dan anak soleh yang mendoakan”

 
1 Comment

Posted in zulyunus

 

Surat Dari Israel (dahulunya Palestina)

22 Aug
Di sini
Tidak lagi jelas
Orang-orang palestinakan yang melempar batu
Atau
Batu yang mencari orang Palestina untuk dilemparkan
Bukankah batu adalah juga bagian dari tanah yang dirampas?


Di sini
Ada yang jelas
Ada raga yang dikuburkan bersama nyawa
Ada yang mati sebelum dilahirkan
Bukankah manusia sudah hidup di dalam rahim sebelum
Dilahirkan?


Dan saksikan…
Saksikan
Ibu-ibu, nenek-nenek, kakek gaek
Ada naka-anak
Ada batu yang dilemparkan
Di luar sana
Orang-orang berbicara tentang hak
Dengan memberikan yang bukan haknya
Kepada yang tidak berhak
Membagi yang bukan miliknya
Kepada yang bukan pemiliknya
Dan orang-orang Palestina
Mencari haknya di tengah-tengah teriakan tentang hak-hak

Di sini
Orang Palestina yang tuan rumah
Kini menjadi tamu yang tak diinginkan
Yahudi yang terusir di luar sana
Kini Yahudi yang mengusir
Di sini

Dan saksikan…
Saksikan
Ibu-ibu, nenek-nenek, kakek gaek
Ada anak-anak
Ada batu yang dilemparkan

Di Yerusalem
Ibrahim, Luth, Ismail, Musa, Harun, Yusya’
Daud, Sulaiman, Zakariya, Yahya, Ishaq, Ya’qub
Mengambil hak-hak orang lemah dari yang kuat
Menghantam penindas

Mengangkat martabat
Ada semangat sepanjang masa
Pada tiap zaman
Ada ghirah setiap umat
Pada tiap tempat
Ada bara yang tidak padam

Dan saksikan…
Saksikan
Ibu-ibu, nenek-nenek, kakek gaek
Ada anak-anak
Ada batu yang dilemparkan

Di Yerusalem
Tanah para nabi dan rasul
Ada nabi yang dibantai
Ada manusia yang dinistakan
Ada agama yang dihinakan

Dan saksikan…
Saksikan
Ibu-ibu, nenek-nenek, kakek gaek
Ada anak-anak
Ada batu yang dilemparkan

Ambil bara dan jangan matikan dengan air mata
Tiup dengan napas
Panaskan jiwa
Kobarkan nyali
Besi terbentuk oleh bara

Dan saksikan…
Saksikan
Ibu-ibu, nenek-nenek, kakek gaek
Ada anak-anak
Ada batu yang dilemparkan

Tidak lagi penting apakah batu mampu melawan peluru
Tidak lagi terpikirkan apakah orang-orang Yahudi belajar dari
Crematorium Nazi atau tidak
Tidak ada lagi rasa takut bahkan bila Palestina berubah
Menjadi crematorium Israel
Yang kami takutkan
Adalah saat di mana tulang-tulang kami
Abu kami
Menangis sedih dan memaki menyalahkan
Melihat seorang dari Nigeria atau serombongan dari Indonesia
Pada satu waktu yang mungkin tidak jauh
Berdiri di Bukit Zaitun

Dan menunjuk;
Di sana dulunya Masjidilaqsa
Di sana dulunya Qabbatussakhrah

Dan kita semua pernah mengagumi kemegahannya

Bukit Zaitun, 1991
(dipetik dari Makelar Dongeng Holocaust: Catatan Perjalanan dari dalam Israel oleh Rakhmat Zaenal)

 

Wahai Hati

26 Jul

Wahai Pembolak-balik hati
Jangan biarkan ia jatuh lagi

Ku takut, Ya ALLAH
Ku takut pabila ia jatuh
Jatuhnya tidak dapat bangun kembali
Dan ku takut
Jatuhnya buatku melupakanMu

Lalai dan alpa

Lagi leka daripada mengingatiMu

Sedangkan hati ini

Hanya milikMu hakiki

Jangan biarkan ia jatuh
Jatuh dibuai segala mimpi
Yang dilihat indah
Yang nyata hanya sementara

Wahai Hati
Jangan dibiar dikau jatuh

Tetapkanlah dudukmu

Tetapkanlah diammu

Beringatlah

Bahawa engkau hanya milikNYA

Wahai Hati
Jangan dibiar bunga-bunga indahmu

Berkembang mekar

Sesuka hati

Di mana-mana persinggahan

Di mana-mana jalanan

Teruskan pengembaraanmu
Ke destinasi

Yang tidak pasti itu

Biarkan kembaramu

Buat mencari keredhaanNYA

Semata-mata

Bukan senang untuk mencapai keredhaanNYA itu
Bukan semua, bukan sesetengah, bukan sebahagian

Tetapi hanya segelintir yang berjaya mencapaiNYA

Dan Engkau, wahai Hati
Engkau berusahalah untuk mencapaiNYA

Jadilah seperti yang segelintir

Berusahalah seperti mereka

Bukan senang tetapi berusahalah

Jangan putus mencuba

Jangan mudah putus asa

Penat itu biasa

Tapi janganlah engkau putus asa

Engkau takut?
Ya, aku pun takut

Siapa yang tidak takut..?

Tetapi
Wahai Hati,

Usah takut

Usah khuatir

Engkau perlu kuat

Kerana kuatmu

Tempat pergantunganku

Yakinlah pada-NYA

Yakinlah padaNYA cuma

Sesungguhnya
Yakin itu terletaknya iman

Tinggi yakinmu

Maka tinggilah imanmu

Untuk menjadikannya tinggi

Ingatlah
padaNYA selalu

Ingatlah
Wahai Hatiku