Hidup ini
tak berakhir dengan mati
ajal hanya perpindahan
daripada mimpi indah
menuju alam abadi
Dunia ini
sebuah persinggahan
titian dalam perjalanan
bukan pengakhiran
bukan destinasi Read the rest of this entry »
Laman Penyubur Jiwa
Hidup ini
tak berakhir dengan mati
ajal hanya perpindahan
daripada mimpi indah
menuju alam abadi
Dunia ini
sebuah persinggahan
titian dalam perjalanan
bukan pengakhiran
bukan destinasi Read the rest of this entry »


Pasti tiba
saat kita melangkah pergi
berpindah ke alam abadi
tinggal bumi tumpangan
mati dan hidup lagi
di dunia hakiki
Harta dan nama
anak isteri, harta pusaka
luput ditelan zaman
layu direntang usia
lalu hilang tak dikenang
Bisa jadi yang ditinggal
hanya tangisan dalam nostalgia
bahkan mungkin
kebencian dalam dendam
dan rajuk yang belum terpujuk
Rugi, sesal tak bernoktah
andai hidup penuh nikmat
lalu pergi
menempah siksa tak terperi
bertemu Ilahi dalam cemar
segunung dosa tak terampun
Tinggal segala!
apa yang kau tinggal di dunia?
“Apabila mati anak adam, terputus amalnya kecuali 3: Sedekah Jariah, Ilmu yang bermanfaat, dan anak soleh yang mendoakan”


Di sini
Orang Palestina yang tuan rumah
Kini menjadi tamu yang tak diinginkan
Yahudi yang terusir di luar sana
Kini Yahudi yang mengusir
Di sini
Dan saksikan…
Saksikan
Ibu-ibu, nenek-nenek, kakek gaek
Ada anak-anak
Ada batu yang dilemparkan
Di Yerusalem
Ibrahim, Luth, Ismail, Musa, Harun, Yusya’
Daud, Sulaiman, Zakariya, Yahya, Ishaq, Ya’qub
Mengambil hak-hak orang lemah dari yang kuat
Menghantam penindas
Mengangkat martabat
Ada semangat sepanjang masa
Pada tiap zaman
Ada ghirah setiap umat
Pada tiap tempat
Ada bara yang tidak padam
Dan saksikan…
Saksikan
Ibu-ibu, nenek-nenek, kakek gaek
Ada anak-anak
Ada batu yang dilemparkan
Di Yerusalem
Tanah para nabi dan rasul
Ada nabi yang dibantai
Ada manusia yang dinistakan
Ada agama yang dihinakan
Dan saksikan…
Saksikan
Ibu-ibu, nenek-nenek, kakek gaek
Ada anak-anak
Ada batu yang dilemparkan
Ambil bara dan jangan matikan dengan air mata
Tiup dengan napas
Panaskan jiwa
Kobarkan nyali
Besi terbentuk oleh bara
Dan saksikan…
Saksikan
Ibu-ibu, nenek-nenek, kakek gaek
Ada anak-anak
Ada batu yang dilemparkan
Tidak lagi penting apakah batu mampu melawan peluru
Tidak lagi terpikirkan apakah orang-orang Yahudi belajar dari
Crematorium Nazi atau tidak
Tidak ada lagi rasa takut bahkan bila Palestina berubah
Menjadi crematorium Israel
Yang kami takutkan
Adalah saat di mana tulang-tulang kami
Abu kami
Menangis sedih dan memaki menyalahkan
Melihat seorang dari Nigeria atau serombongan dari Indonesia
Pada satu waktu yang mungkin tidak jauh
Berdiri di Bukit Zaitun
Dan menunjuk;
Di sana dulunya Masjidilaqsa
Di sana dulunya Qabbatussakhrah
Dan kita semua pernah mengagumi kemegahannya
Bukit Zaitun, 1991
posted under dunia | Comments (0)

Wahai Pembolak-balik hati
Jangan biarkan ia jatuh lagi
Ku takut, Ya ALLAH
Ku takut pabila ia jatuh
Jatuhnya tidak dapat bangun kembali
Dan ku takut
Jatuhnya buatku melupakanMu
Lalai dan alpa
Lagi leka daripada mengingatiMu
Sedangkan hati ini
Hanya milikMu hakiki
Jangan biarkan ia jatuh
Jatuh dibuai segala mimpi
Yang dilihat indah
Yang nyata hanya sementara
Wahai Hati
Jangan dibiar dikau jatuh
Tetapkanlah dudukmu
Tetapkanlah diammu
Beringatlah
Bahawa engkau hanya milikNYA
Wahai Hati
Jangan dibiar bunga-bunga indahmu
Berkembang mekar
Sesuka hati
Di mana-mana persinggahan
Di mana-mana jalanan
Teruskan pengembaraanmu
Ke destinasi
Yang tidak pasti itu
Biarkan kembaramu
Buat mencari keredhaanNYA
Semata-mata
Bukan senang untuk mencapai keredhaanNYA itu
Bukan semua, bukan sesetengah, bukan sebahagian
Tetapi hanya segelintir yang berjaya mencapaiNYA
Dan Engkau, wahai Hati
Engkau berusahalah untuk mencapaiNYA
Jadilah seperti yang segelintir
Berusahalah seperti mereka
Bukan senang tetapi berusahalah
Jangan putus mencuba
Jangan mudah putus asa
Penat itu biasa
Tapi janganlah engkau putus asa
Engkau takut?
Ya, aku pun takut
Siapa yang tidak takut..?
Tetapi
Wahai Hati,
Usah takut
Usah khuatir
Engkau perlu kuat
Kerana kuatmu
Tempat pergantunganku
Yakinlah pada-NYA
Yakinlah padaNYA cuma
Sesungguhnya
Yakin itu terletaknya iman
Tinggi yakinmu
Maka tinggilah imanmu
Untuk menjadikannya tinggi
Ingatlah
padaNYA selalu…
Ingatlah
Wahai Hatiku…

posted under bisa, cinta, diriku, dunia | Comments (2)
