RSS
 

Posts Tagged ‘ibu’

Si ibu Masih Sendiri

13 Mar


Ketika lembayung senja bermegah di kaki langit,
Si ibu tua masih termanggu di ambang pintu,
Dengan sinar mata yang penuh pengharapan,
Mengharap pulangnya anak tercinta,
Namun … harapan sekadar dedaun kekeringan,
Yang bisa diterbangkan pawana duniawi,
Si ibu masih sendiri

Teratak buruk menjadi saksi,
Kemesraan yang pernah terjalin,
Seumpama bebunga mekar di taman puspasari,
Masih tersingkap di ruang mata,
Masih tersemat di lubuk hati,
Wajah-wajah yang pernah ketawa dan merintih,
Seolah penawar duka di hati bonda,
Si ibu masih sendiri

Terhiris hati dek si anak,
Terguris jiwa umpama panah arjuna berbisa,
Gelodak rasa mengulit sengsara,
Menguntum sukma duka yang kian berlabuh,
Tiada lagi lingkaran kasih yang terulit,
Tiada lagi jalinan cinta yang pernah terpaut,
Kian pudar dimamah waktu dan usia,
Kesunyian kian mencengkam dipuncaknya,
Si ibu masih sendiri

Mega senja berlabuh lagi,
Dengan kicau burung kian sayup,
Suria tergelincir dari singgahsana yang agung,
Kelopak mekar mengharumi pusara,
Doa nan mulus tiada terungkap,
Tiada anak yang pernah bertamu di ruang hati,
Tiada kirana yang bersinar lagi,
Pusara itu makin sunyi dan gersang,
Nantikan ibu di ambang inderaloka,
Biar pun badai derita masih berlagu,
Si ibu masih sendiri.

Karya : Ahmad Firdaus B. Mat Isa (Perak)

 
 

Dialog (untuk ibu)

17 May

I
tenteramlah anak
walaupun kebanjiran sawah kita
hujan ini dari Tuhan
yang mencurah-curah rahmatNya
ada siang masakan tiada terang
dengarlah sikatak sidah tiada memanggil lagi
besok hari panas
padi kita akan lepas!

II
Tidurlah ibu
kita manusia kerdil
siang membanting tulang
malam menanggung bimbang

ada besok maka pasti ada surya
aku akan pergi
dengan seribu Jebat si anak tani
kian lama kita mati dalam setia
kali ini kita hidup dalam durhaka!

Kassim Ahmad