RSS
 

Posts Tagged ‘islam’

Tagih Cinta-Mu

02 Apr

Semakin aku menjauh dari-Mu
Semakin hati merasa kosong
Jauh daripada kedamaian
Walaupun ku ada semuanya
Namun terasa tiada apa-apa
Hati seolah terpenjara
Tak mampu merasa bahagia

Aku benci apa yang kurasakan
Aku ingin mendekati-Mu
Namun hati merasa malu
Setelah hakmu kuabaikan
Setelah anugerahmu kudustakan
Setelah hariku berlalu penuh dosa
Lalu kupergi jauh, lebih jauh
Tak bisa kureguk cinta-Mu

Namun hati semakin kosong
Semakin merindu sesuatu
Semakin jauh kupergi dari-Mu
Semakin parah gelora jiwaku
Tak bisa kukecap tenang
Sekalipun di hujung dunia
Kerana aku tak bisa lari dari-Mu

Aku bertekad bulat
Mendekati-Mu seikhlas hati
Biar apa terjadi di pertengahan
Aku tak akan berpatah jalan
Aku benci kehidupan tanpa-Mu
Sesalanku tak henti memburu
Menyekat rasa tenang jiwaku

Aku gagahkan kaki berdiri
Di balik tirai malam-Mu
Mengharap kasih dan cinta
Mengadu pedih dan derita jiwa
Tak tertanggung lagi olehku
Tak mampu lagi kulari dari-Mu
Aku memang memerlukan-Mu
Aku tak bisa hidup tanpa-Mu

Ketika itu, derai air mata kuseka
Aku begitu terharu tak terkata
Dengan cinta-Mu kurasa bahagia
Andai kutahu begini nikmatnya
Takkan kulari dari-Mu
Pasti kutagih cinta-Mu
Sejak dulu…

2 April 2010

 
1 Comment

Posted in zulyunus

 

Umatku Menangis

26 Mar

Umatku menangis mendayu-dayu
memanggil-manggil penuh sayu
“Kami tak punya kekuatan iman,
lebur bersama derap langkah kemajuan,
hilang dibawa arus kemodenan,
terhimpit dalam kehebatan akal yang sempit,
terkongkong dalam agenda perosak musuh…”

Umatku menjerit mohon dibantu
kasih dan cinta kian pudar
cuma masih ada yang tertinggal
iaitu benci dan dendam, dusta dan porak peranda
“Kami terancam dalam ketenangan,
menikmati setiap inci kenikmatan yang disajikan
lantas merobek jati diri dan akidah yang rapuh
kami tahu dan kami sedar
tapi kami tak mampu mengangkat tangan
kerana kami larut dalam kesenangan yang begitu mengasyikkan”

“Siapa akan datang menghulur tangan?
Membawa kami keluar daripada neraka dunia?
Kami tak ingin kata-kata nista dan manis tak berpunca,
kami ingin keikhlasan yang dibuktikan dengan amal
yang bakal melayari bahtera kebangkitan umat ini.”

Terlalu tulikah engkau sehingga tak terdengar tangisan itu?
Atau terlalu buta sehingga tak terlihat luka yang kian parah?
Tatkala kau terdengar dan terlihat,
sedarlah bahawa belum terlambat,
untuk kita tampil dan mengusap titisan airmata umat ini
biarpun terpaksa menitiskan darah.

 
No Comments

Posted in zulyunus